Sunday, March 05, 2017

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA ANDAL

NHW #6 “BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ketemunya setiap seminggu sekali cuma untuk laporan peer dari MIIP atau biasa dikenal NHW. Setiap pekannya materi yang disampaikan cenderung membuat kedua alis berpadu. Dalam hati bergumam hmm apa lagi nih. 

Andai kata ada pr yang kelewat satu aja. PR selanjutnya bikin kita jumpalitan. Karena tugas yang satu dan lain saling berhubungan. Jadi kalau coba-coba ga kerjain PR di NHW sebelumnya akan berdampak ke PR selanjutnya. 

Untuk sekarang materinya lebih meningkat tapi Alhamdulillah ga spusing kemarin. 
Materi pekan keenam ini kita diajak untuk belajar bagaimana caranya untuk menjadi seorang manajer yang andal bagi keluarga.

Ditunjukkan dengan pemberian tugas NHW kali ini, ada beberapa pertanyaan yang bisa kita jadikan acuan untuk mengelola 
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
3 aktivitas penting yaitu :  Beribadah , Mengurus Suami dan rumah , dan Pekerjaan sebagai wirausaha
3 aktivitas tidak penting yaitu  : Browsing, Tidur kelamaan dan Ngobrol 
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Selama menjadi istri, saya lebih suka tinggal di rumah. Semua pekerjaan termasuk menjadi wirausaha juga dilakukan di rumah. Cuma memang diantara 3 aktivitas penting lebih sering dikerjakan yang nomer 2 dan 3 ketimbang nomer 1. Hampir menyita perhatian saya. Akhirnya sesuatu yang prioritas pun menjadi terbengkalai. Ibadah hanya pada saat waktu waktu-wajib saja. Jarang sekali melalukan ibadah-ibadah sunnah lain.


3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Alhamdulillah aktifitas penting sudah sedikit banyak sesamuai dengan peran hidup (sebelumnya pernah dibahas pada NHW#1).
Jika menengok jadwal harian sudah lumayan sesuai namun belum terlalu maksimal, sehingga perlu mengurangi aktifitas tidak penting.
Aktifitas penting pertama adalah beribadah. Dalam hal ini erat kaitannya dengan hubungan kepada Allah dan hubungan sesama. Sehubungan dengan peran saya sebagai pengemban dakwah pun saya juga perlu contohi aktifitas saya untuk Allah kepada pekerja yang ada di rumah.
Adakalanya mengurus suami disela sela kesibukan sebagai wirausaha tidak boleh terlantar. Karena pekerjaan wajib ini sudah terikat kontrak seumur hidup dengan Allah. Manakala terlantar akan membuat suami tidak ridho kepada saya. Tidak adanya ridho pernah membuat pekerjaan sampingan menjadi berantakan

Aktifitas yang lumayan penting ini saya letakkan pada posisi ketiga. Pekerjaan ini yang kadang sangat menyita waktu, kadang dalam sehari harinya saya sangat enjoy dan mencintai pekerjaan ini. Bahkan pernah sampai begadang. Sampai sampai suami melihat point ketiga ini adalah pekerjaan yang halal dan sedikit mudhorotnya bisa jadi tempat lalai akan peran utama.
Berikut akan saya paparkan rundown harian aktifitas yg rutin dikerjakan.
03.30– 05.30   : Shalat tahajud, shubuh dan mengaji
05.30 – 07.00   : memasak mencuci piring dan baju
06.00 – 07.00  : menyiapkan kebutuhan suami
07.00 – 08.30  : beberes rumah
08.30 – 12.00   : ibadah dhuha dan mengawasi karyawan
12.00 – 14.00  : ibadah, makan dan istirahat
14.00 – 15.00  : kerja di rumah
15.00 - 16.00 : ashar dan mengaji

16.00 - 18.00 : kerja dan makan malam

18.00 - 20.00 : magrib, mengaji baca kitab, Isya.
20.00 - 22.00 : menemani suami sambil me review pekerjaan hari ini
Adanya rundown tersebut kadang tidak dijalankan dengan istiqomah. Namun sebagian besar itulah aktifitas yang dijalankan selama ini. Perubahan perubahan dapat dilakukan, karena bisa saja Allah menjawan doa dan mengijabah doa kami yang ingin segera memiliki anak. Semoga kedepannya saya bisa lebih disiplin  dan istiqomah.

Aamiin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments: